anda pengunjung ke:

Kamis, 23 September 2010

go green hadiah termahal bagi anak cucu anda

Berikanlah hadiah yang termahal untuk anak cucu anda, Dunia Bebas Polusi. Hadiah ini bisa anda berikan tanpa harus keluar uang sepeser pun. Hanya dari diri anda sendiri untuk kebahagiaan dan kesehatan keturunan andaApa itu? Mudah, cukup terapkan prinsip 4 R berikut dalam keseharian anda. Go Green! * Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan. * Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. * Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. * Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami. Mudah dan Murah kan? GO GREEN!

Think Globally, Act Locally


Teman2,
Mungkin pastinya pernah anda baca, dengar & ketahui apa itu Go Green'
Jadi Please...,1x lagi teman2 semua,
dengan ajakan ini, kiranya dapat men'support & men'sukseskan ajakan untuk Hidup Lebih HIJAU, Lebih BERSIH & STOP Global Warming".
Dengan kesadaran yang tinggi kita sebagai Anak Bangsa yang masih memiliki Rasa & Jiwa Patriotisme sebagai generasi penerus bangsa untuk bersama2 menjadi; Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' untuk Berbakti dalam Misi menyelamatkan Bumi Tercinta Ibu Pertiwi dan Anak Cucu kita dengan Go Green INDONESIA KU'
Ayo..Teman semua, terus suarakan Misi Go Green INDONESIA KU'
Bumi & Anak Cucu kita membutuhkan kita semua untuk :
*Be Green >> Tanam 1 Pohon.
*For Clean >> Buang Sampah Jangan Sembarangan' & Pisahkan Sampah Organik & Non Organik.
Dengan melakukan tindakan nyata' :
TANAM 1 POHON " untuk SEUMUR HIDUP ANDA = 1 Bakti untuk Bumi Indonesia Ibu Pertiwi + 1 Bukti Cinta pada Anak Cucu.
Jangan Tunda, Sampe Lupa".
Mohon untuk teman2 sebagai Pemerhati, Relawan, Aktivis dan Pecinta Lingkungan untuk dapat kiranya Sharing', baik berupa Berita, Opini, Foto2 & Informasi tentang Lingkungan.
Ayo...terus suarakan, Go Green INDONESIA KU'
Untuk Membuat Indonesia Lebih Hijau & Bersih.

Wet's the Deal, Yo!

Water. It really is the kind of thing we as Americans sometimes take for granted. I mean, the average American uses between 80 to 100 gallons of water each day.

Can you imagine not having access to clean drinking water, or clean water to bathe with, wash with or even cook with? Instead of simply walking to the faucet and turning it on…imagine having to walk two or more hours to get to a source of clean water.
Nearly 900 million people in the world do not have access to safe, clean water,—and nearly half of those people are children. This is a stark reality.

In fact 24,000 children die every day from preventable causes—and nearly 4,100 of those children die as a result of diseases from dirty water. UNICEF’s goal is to reduce the number of needless deaths to zero.

The UNICEF Tap Project is a grassroots initiative built around World Water Day, March 22. From March 21st through March 27th funds will be raised to help UNICEF provide clean water to children around the world. The campaign invites individuals to donate $1 or more for the tap water they usually enjoy for free at participating restaurants, to host a fundraising event, or to make a donation at tapproject.org.

Thousands of volunteers have mobilized for the UNICEF Tap Project, along with restaurants coast to coast, community leaders, ad agencies, corporations and celebrities, all joining in this effort to make sure that zero children die due to a lack of access to clean water.

HOW TO HELP:
Easy. tapproject.org has all the info you need to donate your dollar or to find a local participating restaurant where you can donate, OR text “TAP” to “UNICEF” (864233) to make a $5 donation.

With $1 UNICEF can provide safe water to one child for 40 days, or forty children safe water for one day.

Through UNICEF your money will go to improving access to safe water and sanitation facilities in schools and communities, and to promoting safe hygiene practices. UNICEF's goal is to reduce by half the proportion of people without sustainable access to safe water and basic sanitation by 2015.

If you're in Los Angeles this Wet Wednesday, stop by the Roxy in West Hollywood for the Tapproject Event.
Thank you for caring about health.
And thank you for sharing the wealth.

==========================================================================

Save the water!


Pada 22 Maret yang lalu adalah Hari Air Sedunia. Jason Mraz, penyanyi sekaligus pencipta lagu menulis tentang Hari Air Sedunia di blognya, 2 kali. Kita bisa belajar kepeduliannya dengan masalah air ini, lho!

go green

Beginilah Modus Mafia Kehutanan
Seperti mafia hukum, mafia kehutanan juga memiliki modus tersendiri. Namun dari banyak modus, ada dua modus yang paling sering dipakai.


"Menyuap pejabat daerah untuk menerbitkan izin dan alih fungsi hutan," kata peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah kepada detikcom, Kamis (22/4/2010).


Febri mengatakan, penyuapan itu biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kayu. Perusahaan-perusahaan memberi pejabat daerah sejumlah uang agar mau menerbitkan izin hutan tanaman industri (HTI) di areal terlarang.


"Areal itu sebenarnya tidak boleh untuk HTI, tapi karena disuap, akhirnya pemerintah daerah mengeluarkan izinnya. Kasus semacam itu sudah ada yang ditangani KPK, hari ini kan ada salah satu bupati di Riau yang diperiksa KPK," kata Febri.


Selain itu, perusahaan-perusahaan itu juga meminta izin untuk alih fungsi hutan. Hutan tersebut akan ditanami pohon kelapa sawit. Namun hutan yang dipilih adalah hutan yang masih produktif.


"Jadi setelah izinnya keluar, mereka tebang kayunya, diambil. Tapi sawitnya nggak ditanam. Jadi itu modus untuk ambil kayu," kata Febri.


Praktek-praktek itu, kata Febri, telah merugikan negara hingga triliunan rupiah. Untuk kasus 14 perusahaan di Riau yang akan dilaporkan ICW ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum saja, negara telah merugi hingga Rp 2,8 triliun


Sumber Detik News